Lebih Baik Ambil IELTS atau TOEFL iBT?
Banyak orang bingung memilih antara IELTS dan TOEFL iBT saat mendaftar ke kampus atau beasiswa impian mereka. Pelajari dua langkah praktis untuk menentukan tes mana yang paling cocok buat kamu, mulai dari riset kebutuhan hingga mencoba mock test.
Banyak orang bingung memilih antara IELTS dan TOEFL iBT saat mendaftar ke kampus atau beasiswa impian mereka. Kalau kamu lagi baca tulisan ini, kemungkinan besar kamu salah satunya. Tenang, kamu nggak sendirian. Di tulisan ini aku akan kasih jawaban yang praktis dan bisa langsung kamu terapkan untuk menentukan tes mana yang paling cocok buat kamu.
Pertama, Riset Kebutuhanmu
Pilihan tes bahasa Inggris seperti IELTS, TOEFL iBT, atau PTE Academic idealnya didasarkan pada kebutuhan, yaitu persyaratan dari kampus atau institusi beasiswa yang kamu targetkan. Jadi sebelum memutuskan mau ambil tes yang mana, tentukan dulu kampus atau beasiswa mana saja yang ingin kamu tuju. Setelah itu, cek tes bahasa Inggris apa saja yang diterima oleh masing-masing institusi.
Memang akan ada kampus atau beasiswa yang hanya menerima IELTS saja atau TOEFL iBT saja. Tapi mayoritas kampus di dunia sekarang menerima berbagai jenis tes, bukan cuma satu. Contohnya LSE. Di website resminya, kampus ini menyatakan bahwa mereka menerima beragam tes bahasa Inggris, termasuk IELTS, TOEFL iBT, PTE Academic, dan lainnya. Sistem seperti ini juga dipakai oleh sebagian besar kampus lain: mereka menyediakan beberapa opsi, dan kita bebas memilih tes mana pun untuk proses pendaftaran.
Kedua, Cari Tes yang Paling Cocok untukmu
Setelah langkah pertama selesai, kamu akan punya beberapa pilihan tes yang diterima di semua kampus atau beasiswa yang kamu incar. Biasanya, IELTS dan TOEFL iBT hampir pasti ada di antaranya, karena keduanya memang dua tes yang paling luas diterima di berbagai institusi dunia.
Lalu, bagaimana cara memilih di antara keduanya?
Jawabannya: pilih tes yang paling cocok dengan preferensimu.
Ada satu realita yang jarang dibicarakan: tes bahasa Inggris itu soal cocok-cocokan. Ada orang yang merasa lebih nyaman dengan IELTS, ada juga yang lebih cocok dengan TOEFL iBT. Alasannya, format dan tipe soal kedua tes ini memang berbeda. Misalnya:
- Reading: ada tes dengan teks bacaan yang lebih pendek tapi pertanyaannya lebih analitis, ada juga yang teksnya lebih panjang tapi pertanyaannya tidak terlalu analitis.
- Listening: ada yang menuntut kamu mencatat sambil mendengarkan, ada yang tidak.
- Speaking: ada yang dilakukan langsung dengan penguji manusia, ada yang sifatnya pre-recorded, di mana pertanyaan diputar otomatis oleh sistem dan jawabanmu direkam.
- Writing: ada yang meminta kamu menulis esai singkat dalam waktu yang sangat singkat, ada juga yang meminta esai yang lebih panjang dengan waktu pengerjaan yang lebih lama.
Dengan begitu banyak perbedaan, wajar kalau setiap orang punya preferensi sendiri soal tes mana yang terasa lebih cocok atau lebih mudah. Preferensi ini sifatnya subjektif, dan itu artinya kamu nggak bisa cuma mengandalkan pengalaman orang lain. Yang terasa mudah buat temanmu belum tentu mudah buat kamu. Kamu perlu mencari tahu jawabannya sendiri.
Cara Mengetahui Preferensimu: Ambil Mock Test
Mock test adalah simulasi tes yang sangat mirip dengan tes aslinya, sehingga kamu bisa merasakan langsung pengalaman mengerjakan tes yang sebenarnya. Dari situ kamu bisa menilai sendiri apakah kamu nyaman dengan suatu tes, atau justru menemukan hal-hal yang menyulitkan di satu tes tapi tidak ada di tes lainnya.
Langkah ini penting banget kalau kamu ingin benar-benar strategis dalam memilih tes, yaitu dengan memaksimalkan potensi sekaligus preferensimu.
Untuk IELTS, ada banyak website yang menyediakan full mock test gratis. Beberapa di antaranya:
1. OneIELTS: https://oneielts.com/free-mock-test
2. Test Glider: https://www.testglider.com/en
Untuk TOEFL iBT, kamu juga bisa pakai Test Glider untuk versi gratisnya. Hanya saja, website ini cuma menampilkan overall score tanpa breakdown skor di tiap section. Kalau kamu ingin full mock test dengan skor lengkap per section, plus AI feedback untuk Speaking dan Writing, kamu bisa mencoba mock test dari Akasia Education (toeflibtmocktest.akasiaeducation.com). Di website mock test kami, kamu akan mendapatkan:
- Simulasi yang sangat mirip dengan tes asli, mulai dari format multistage adaptive untuk Reading dan Listening, timer otomatis, layout layar, hingga tipe-tipe soal yang akan kamu temui di TOEFL iBT sungguhan.
- AI feedback untuk Speaking dan Writing berdasarkan rubrik resmi TOEFL iBT. Kami sudah melatih AI-nya secara ketat agar akurasinya semirip mungkin dengan penilaian tes asli.
- Jawaban yang bisa diunduh. Kamu bisa mengunduh hasil Speaking dan Writing-mu untuk didiskusikan dengan tutor.
Kalau kamu tertarik mencoba mock test ini, kamu bisa langsung hubungi Minka lewat WhatsApp dengan klik tombol di bawah ini.
Intinya, ada dua langkah yang perlu kamu lakukan. Pertama, riset kebutuhanmu: cari tahu tes apa saja yang diterima oleh kampus atau beasiswa targetmu. Kedua, ambil mock test untuk benar-benar tahu kamu lebih cocok dengan tes yang mana. Pendekatan ini akan membantumu memaksimalkan potensi dan gaya belajarmu, sehingga kamu bisa meraih skor yang dibutuhkan untuk mendaftar ke kampus atau beasiswa impianmu.